Sunday, October 25, 2009

Waktu Kehilangan Sesuatu

Kenapa judulnya ga "Saat kehilangan sesuatu yang berharga"? Ya suka2 penulisnya-lah mo kasih judul apa :P
zzz..zzz...
Nggak gitu, jawaban yang bener yaitu karena semua kehilangan sesuatu pasti sesuatu itu sangat berharga sebenarnya. Pasti semua orang pernah kehilangan sesuatu karena itu adalah bagian dari dukkha (penderitaan), ada yang kehilangan sesuatu benda atau barang yang sangat dijaganya atau kehilangan orang yang dicintainya atau disayanginya. Itu pasti sangat sakit bukan?. Saat itu pasti kita ingin sekali sesuatu itu kembali dan tetap menjadi milik kita, kita rasanya ingin waktu bisa mundur lagi ke waktu yang kita setting agar sesuatu itu tidak hilang, rasanya kita menyesal, bingung, sedih, nggak bisa berbuat apa-apa. Fenomena yang baru adalah merasa nggak percaya dan berfikiran temen-temennya menyembunyikan sesuatu itu (itu kalo bentuknya barang, bayangin aja ngumpetin orang? itu sesuatu hal yang aneh).
Apa yang bisa kita perbuat saat kita kehilangan sesuatu? Memang hal ini sulit dilakukan oleh manusia, yaitu "merelakannya", ya memang sulit. tapi itu salah satu cara untuk keluar dari lingkaran penderitaan atau jalan menuju lenyapnya dukkha.
lain halnya dengan kehilangan sesuatu yang bukan milik kita, apa yang kita rasakan? Itu tergantung kondisi.
Ada saat kondisi dimana kita sedang meminjam sesuatu itu, ya pastinya kita harus bertanggung jawab.
Ada saat kondisi kita memang tidak bisa memiliki "dia", ya-asal "dia" bahagia pasti kita bahagia melihat "dia" dari jauh.
Ada saat kondisi melihat sesuatu dari teman kita hilang, kita harus support dia dan bantu dia.
Ada saat kondisi yang lebih kompleks seperti disaat orang yang kita sayangin kehilangan seseorang yang dia sayangi, apa yang harus dilakukan? yang jelas pastikan dulu apa dia benar2 kehilangan!.
Ada saat dimana dunia kehilangan kita, mungkin kita sudah di surga atau di neraka.
Ada saatnya tulisan ini harus selesai, yang jelas kita harus rela dengan apa yang terjadi didunia ini karena kita akan melihat bagaimana kisah itu berakhir.
Blogged with the Flock Browser

0 comments:

Post a Comment

I need your comment, because your comment make me fell happier.

Website counter [Close]
There was an error in this gadget