Saturday, September 12, 2009

Trilogi Kiyosaki

INTRODUCE

Robert T. Kiyosaki, lahir dan dibesarkan di Hawaii, adalah orang Amerika keturunan Jepang dari generasi keempat. Setelah lulus dari kolose di New York, Robert bergabung dengan Korps Marinir dan pergi ke Vietnam sebagai seorang perwira dan pilot helikopter tempur. Sepulangnya dari medan tempur, Rober bekerja pada Xerox Corporation dan pada 1977 mendirikan sebuah perusahaan yang untuk pertama kalinya membawa dompet peselancar yang terbuat dari nilon dan Velcro ke pasar. Pada 1985, ia mendirikan sebuah perusahaan pendidikan internasional yang mengajarkan bisnis dan investasi pada puluhan ribu murid di seluruh dunia. Pada 1994, Robert menjual perusahaannya dan pensiun pada usia 47 tahun.

Kiyosaki mengajarkan bisnis dan investasi dengan menulis berbagai buku yang dapat mengubah cara berpikir orang yang membacanya. Buku-buku karya beliau antara lain 'Rich Dad Poor Dad' (RDPD) yang merupakan karya pertama dari trilogi Kiyosaki, dan dua buku lainnya, 'Cashflow Quadrant (CQ)' dan 'Rich Dad: Guide to Investing' (RDGI). Dan tentu saja trilogi yang ditulis bareng dengan kawan lamanya, Sharon L Lechter, kini jadi buku 'bestseller' versi 'New York Times.'

Sebagai pengarang berperspektif unik mengenai bisnis, Kiyosaki memang mengkhususkan diri menulis buku-buku bertema ekonomi. Dasar pemikirannya sangat sederhana: Jabatan, karier, maupun kepandaian, tidak bisa menjamin seseorang menjadi kaya. Itu sebabnya, menurut Kiyosaki, konsep pendidikan yang menekankan bahwa ''anak sekolah harus pintar'' harus diubah total. Ini agar kita tidak terkurung dalam 'rat race,' kehidupan yang tak cerdas.

''Alasan utama orang bersusah payah secara finansial adalah karena mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah, tetapi tidak belajar apa pun mengenai uang,'' ujar Kiyosaki yang pernah menjadi staf pengajar bisnis dan investasi. ''Hasilnya adalah orang bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi tak pernah belajar agar uang bekerja untuk mereka.''


HOW TO GET RICH

Sebagai pengganti, Kiyosaki melontarkan gagasan 'how to get rich.' Ada enam kiat yang dapat diaplikasikan untuk menjadi orang kaya. Pertama, ''Orang Kaya Tidak Bekerja Untuk Uang'' (hlm 13). Ini bisa jadi cara efektif menghindari kemiskinan. Sebab, kata Kiyosaki, orang miskin tidak memiliki kebebasan finansial dalam hidupnya. Penghasilannya selalu habis untuk membiayai kewajibannya.

Kiat kedua, penguasaan atas empat konsep bisnis -- yaitu pemasukan, pengeluaran, neraca aset, dan liabilities. Secara detil kiat ini diungkap dalam item ''Mengapa Mengajarkan Melek Finansial'' (hlm 57). Ketiga, anjuran untuk memulai bisnis sendiri sebagai jalan awal menuju kekayaan. Ini diungkapnya dalam bab ''Uruslah Bisnis Anda Sendiri'' (hlm 93). Sedang kiat keempat Kiyosaki terasa lebih teknis, yaitu ihwal ''Sejarah Pajak dan Kekuatan Korporasi'' (hlm 105). Intinya, bila kita bagaimana mengatur pajak, maka pengetahuan ini akan mendatangkan kekayaan.

Masih ada kiat kelima, yaitu ''Orang Kaya Menciptakan Uang'' (hlm 121). Di sini Kiyosaki membahas ihwal 'kecerdasan finansial' orang kaya dalam mengelola uang. Kecerdasan itu antara lain, dapat membedakan 'good and bad liabilities, good and bad debt, good and bad expenses,' dan 'good and bad risk.' Dibahas pula tentang investasi sebagai teknik orang kaya menciptakan uang.

Kiat terakhir yang disodorkan Kiyosaki adalah ''Bekerja Untuk Belajar, Jangan Bekerja Untuk Uang'' (hlm 149). Ajaran ini terkait dengan perubahan paradigma era informasi, dari 'school smart' ke 'school smart' dan 'street smart.' Artinya, selain diperlukan kecerdasan akademis, untuk jadi orang kaya, dibutuhkan juga 'ilmu jalanan' yang tidak didapat di bangku sekolah.

Tentu saja Kiyosaki tak mencipta kiat ini dari ilmu ekonomi yang dipelajarinya secara formal. Tapi, lebih bertumpu pada renungan tentang kisah hidupnya sendiri. Seperti yang dikutip di 'RDPD', yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pertama kali September 2001, sukses karier bisnis Kiyosaki diawali sejak 1997 dengan mendirikan perusahaan dompet berbahan nylon. Di tahun 1985 kegiatan bisnis pengusaha kelahiran Hawaii ini mulai dikurangi, tetapi kegiatan investasi tetap dilakukan. Dari sanalah Kiyosaki terus menuai sukses.


RICH DAD POOR DAD

Buku 'RDPD' secara keseluruhan memaparkan serangkaian petunjuk agar kita berusaha mendekati impian kita untuk menjadi kaya. Tetapi di akhir buku, Kiyosaki menegaskan bahwa semuanya berpulang pada seberapa keras usaha dan kontrol diri Anda.

Ide dibelakang judul itu adalah ayah kandungnya yang bernama Ralph Kiyosaki adalah ayah yang berkecukupan, ayahnya lulus dari Stanford, Chicago dan Northwestern Universities dengan penuh beasiswa, ia mengejar karir dalam dunia pendidikan, menjadi Kepala Departemen Pendidikan Hawai dan memiliki rumah untuk Kiyosaki sekeluarga. Kiyosaki menyebutnya “poor dad”.

Suatu hari Kiyosaki bertanya pada ayahnya bagaimana mencari uang, ayahnya menyatakan bahwa ia tidak tahu bagaimana cara untuk menghasilkan banyak uang. Ayahnya mengusulkan Robert bertanya kepada tetangganya yang berhasil menjadi bisnisman lokal dan menjadi jutawan hanya dengan bisnis seperti bisnis konstruksi, restoran, dan membuka “convenience stores”. Setelah itu Robert pun mempererat hubungannya dengan tetangganya tersebut dan tetangganya itu yang menjadi acuan dari ungkapan “rich dad”.


CASHFLOW QUADRANT

Buku kedua, 'CQ,' dicetak enam kali sepanjang tahun 2001. Di sini Kiyosaki menciptakan sebuah model yang disebut 'cashflow quadrant.' Model ini terdiri dari empat kuadran yang memetakan empat posisi orang dalam konteks finansial.

Buku setebal 330 halaman dan terdiri dari 18 bab ini memberikan petunjuk bagi kita untuk mengetahui di kuadran mana posisi kita dan membantu kita untuk berpindah ke kuadran yang lebih baik. Empat kuadran tersebut adalah kuadran E ('employee'), kuadran S ('self employee'), kuadran B ('business ownners'), dan kuadran I ('investor').

Di bagian pertama buku ini, Kiyosaki memaparkan perbedaan inti dari orang-orang pada masing-masing kuadran dengan menganalisis kata-kata mereka. Bagian kedua merupakan tahap-tahap membangkitkan potensi yang ada dalam diri untuk menjadi kaya. Bagian ketiga buku ini diisi nasehat Kiyosaki menjadi 'business ownners' dan 'investor' yang sukses. Intinya adalah kontrol diri, investasi, dan manajemen. Selain itu juga disuguhkan tujuh langkah menemukan jalur cepat kebebasan finansial Anda (Bab 11).


- Employee :

l bekerja kepada org lain/lembaga

l aman pekerjaan

l kepastian finansial

l tunjangan bulanan

l jaminan kesehatan

l pensiun bulanan


- Self Employee :

l bekerja sendiri

l “profesional”

l pekerja lepas

l “perfeksionis”

l orang sewaan

l mandiri


- Business Owner :

l berlawanan dg “S”

l mempekerjakan org lain

l kepemimpinan

l motivator

l mengendalikan sistem bisnis sendiri

l bebas financial


- Investor :

l menghasilkan uang dengan uang

l modal besar, resiko besar

l bebas finansial


RICH DAD: GUIDE TO INVESTING

Buku ketiga, 'RDGI,' baru selesai diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia tiga pekan lalu. Buku ini lebih banyak memberikan petunjuk teknis investasi serta pelajaran tentang bagaimana mempertahankan bisnis yang telah Anda bangun. Ada tiga hal yang menurut Kiyosaki dapat dilakukan untuk mempertahankan bisnis kita, yaitu dengan menyumbangkan kecerdasan, pengalaman, dan uang Anda pada pihak-pihak yang membutuhkan.

Terdiri dari kurang lebih 400 halaman, buku ini memberikan pandangan komprehensif mengenai pemikiran-pemikiran Kiyosaki dalam bentuk tips-tips yang dikemas secara menarik. Semuanya digelar dalam bahasa yang sederhana dan sistematis. Artinya bisa dicerna dengan mudah oleh siapa pun.

Di tengah terpuruknya perekonomian kita, trilogi Kiyosaki memang menawarkan angin segar. Apalagi buku ini memang ditulis Kiyosaki pada suatu periode hidupnya yang serba sulit. Kiyosaki sempat mengalami keterpurukan, kehilangan tempat tinggal, menjadi orang yang terpinggirkan, dan jatuh sakit.


TESTIMONIAL

Menurut John T. Reed, apakah “Rich Dad” itu benar-benar ada? Pada kenyataannya ada kemungkinan Kiyosaki membuat hal itu ada. Karena jika di identifikasi tentang keberadaannya, clue pertama yang dapat memecahkan hal tersebut adalah umur tetangga Kiyosaki yang pada tahun 1955 itu berkisar antara 30-45 tahun maka kira-kira umurnya 83-98 sekarang, dan berapa banyak orang yang tinggal dekat Kiyosaki di Honolulu saat itu? Dan clue kedua adalah disebutkan bahwa tetangganya membuka “convenience stores”, akan tetapi “convenience stores” pertama adalah 7-11 dan buka sekitar tahun 1960. dan clue ketiga adalah dapat dibayangkan tetangganya adalah ahli konstruksi, juga ahli dalam makanan dan tahu bagaimana menjalankan “convenience stores” yang sangat berbeda dunianya satu sama lain. Clue terakhir adalah mengenai nama ayah kandungnya yang bernama Ralph, dengan mencari data tentang nama Ralph saat itu (1955) dan tidak ada data mengenai orang bercirikan “rich dad” didekat rumah nama Ralph itu. Maka dapat disimpulkan ada kemungkinan bahwa Kiyosaki membuat suatu ungkapan tentang “Rich Dad”

Menurut Tri Utomo Wiganarto, konsultan West Java Corridor, trilogi Kiyosaki ini hampir sepenuhnya berbicara tentang pembentukan karakter pribadi kita dan hanya sedikit yang membahas masalah teknis. ''Pendekatan Kiyosaki adalah pendekatan 'leaderships' yang dituangkan dalam bahasa yang membumi,'' kata Tri Utomo dalam acara bedah buku trilogi Kiyosaki di Bandung belum lama ini. ''Pemikiran Kiyosaki mengubah paradigma berpikir kita menjadi lebih terbuka. Di saat semua pihak tidak yakin kita bisa bangkit, buku ini benar-benar memberikan inspirasi pada kita. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengarahkan kekuatan diri sendiri untuk membangun sesuatu,'' kata Tri Utomo.

Menurut Rendra Hertiadhi, marketing dan corporate director PT Myohdotcom Indonesia Tbk, menilai bahwa empat konsep bisnis Kiyosaki sangat aplikatif. Bila kita mengadopsi konsep 'bad liabilities' -- seperti spekulasi utang -- risikonya sangat tinggi. Selama utang sesuai rencana, tidak jadi masalah. Asal, sumber pembayaran utang bukan dari kantong sendiri, melainkan dari aset bisnis yang kita ciptakan. ''Jadi, pembahasan Kiyosaki tentang 'bad and good liabilities' sangat tepat,'' ujarnya.

Menurut Perry Tristianto, raja 'factory outlet' Bandung, mengaku bahwa gara-gara teori Kiyosaki, ia yang memulai kariernya di kuadran E sekarang mampu bermain di kuadran B . ''Pelajaran dari Kiyosaki sebagian besar terjadi pada kehidupan saya,'' papar Perry.

Menurut saya sendiri konsep ini sangat bagus untuk memotivasi diri agar lebih tidak malas, karena tingkat kemalasan orang sukses lebih sedikit daripada tingkat kemalasan orang yang tidak sukses. Selain itu dapat merubah pola pikir kita. Menurut saya daripada trilogi Kiyosaki, lebih baik menerapkan “seven habits of highly effective people by Stephen R. Covey” untuk merubah gaya hidup kita untuk lebih baik lagi, karena jika kebiasaan kita mengikuti 7 kebiasaan itu, maka secara tidak langsung skill kita dalam berbisnis dan berfikir pasti lebih baik. Akan tetapi jika menjalankan kedua teorema tersebut sepertinya lebih baik lagi...


***

0 comments:

Post a Comment

I need your comment, because your comment make me fell happier.

Website counter [Close]