Wednesday, March 16, 2011

Sinusitis

Sinusitis adalah peradangan saluran pada rongga tengkorak yang menghubungkan hidung dan rongga mata. Kata sinusitis itu sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu sinus yang artinya cekungan dan akhiran itis yang berarti radang.

Gejala sinusitis yang biasanya terjadi adalah :
  1. Pilek yang berlangsung lama. Biasanya penderita tidak menyadari dirinya terkena sinusitis, karena gejalanya sering didahului pilek yang berlangsung lama sehingga dianggap biasa.
  2. Bila sudah terjadi penumpukan cairan dalam rongga maka kepala menjadi sakit, terutama jika sedang menunduk.
  3. Kadang pendengaran berkurang dan badan meriang, sementara ingus terus mengalir.
  4. Kehilangan nafsu makan dan indera penciuman menjadi lemah.

Penyebab sinusitis :
  1. Hidung tersumbat antara lain disebabkan oleh infeksi virus flu di saat tubuh kurang fit. Infeksi yang menyerang di sekitar hidung dan tenggorokan ini tak jarang menjalar ke sinus (rongga di sekitar hidung yang mengalirkan lendir).
  2. Radang pada rongga hidung ini bisa juga disebabkan oleh cara kita membuang ingus yang salah. Ingus yang seharusnya keluar malah tersedot masuk ke rongga sehingga susah dikeluarkan.dapat disebabkan oleh virus ,bakteri atau jamur.
  3. Kuman yang biasa menyerang adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemo philus influenzae yang ditemukan hampir pada 70 % kasus.
  4. Dapat juga disebabkan oleh radang ditempat lain yang berdekatan misalnya radang tenggorokan ,radang Amandel ,radang pada gigi geraham atas ,kadang juga disebabkan karena berenang ,menyelam ,trauma tekanan udara (biasanya pada awak pesawat)
  5. Allergi dapat memperberat penyakit ini, sehingga orang yang memang telah mengidap alergi akan lebih mudah terkena radang sinus ini.

Siapa saja yang rentan terkena sinusitis?
  1. Perokok, karena hawa panas yang dihisap dapat merangsang organ di sekitar hidung sehingga menimbulkan iritasi dan memperbesar kemungkinan timbulnya sinusitis.
  2. Penderita alergi. Perubahan temperatur dan kelembaban yang mencolok dapat mengakibatkan peradangan di dalam hidung yang mungkin merambat ke dalam sinus.
  3. Perenang.
  4. Penderita influenza dan
  5. Mereka yang tinggal di udara kering.

Berikut adalah tips untuk penanganan sinusitis :
  1. Pemberian antibiotik, untuk mengobati infeksi yang terjadi.
  2. Kompres hangat dengan memakai handuk untuk mengurangi nyeri di sekitar wajah.
  3. Tinggal di lingkungan udara yang bersih.
  4. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Banyaklah mengkonsumsi vitamin Capabila dirasa tubuh kurang fit dan rajinlah berolahraga untuk mempertebal daya tahan tubuh kita. Apabila terkena penyakit pilek yang membandel atau serangan flu lebih dari seminggu.
  5. Manfaatkan dengan air panas. Saat mandi, gunakan shower air hangat, usap dahi, hidung dan dagu dengan waslap yang dibasahi air panas, agar lubang hidung terbuka lebar. Rongga hidung yang kering lebih mudah terinfeksi daripada yang basah.
  6. Perbanyak memakan makanan yang pedas, umumnya makanan berbumbu pedas dapat memperlebar lubang hidung.
  7. Usahakan hidung selalu dalam kondisi lembab, terutama tatkala cuaca di luar panas terik.
  8. Perbaiki daya tahan tubuh. Caranya, istirahat yang cukup dan makan panganan yang penuh gizi. kurangi merokok atau kalau bisa berhenti merokok.

Obat yang biasa diberikan untuk sinusitis virus adalah penghilang rasa nyeri seperti parasetamol dan dekongestan. Selain obat-obatan tersebut, ada pilihan pengobatan lain yang bisa Anda coba yakni pengobatan secara herbal dengan menggunakan beberapa bahan alami. Berikut beberapa tumbuhan obat yang bisa digunakan:
  1. Sambiloto (Andrographis paniculata, papaitan (Sumatera), ki oray, ki peurat, ki ular, takilo, bidara, sadilata, sambilata, takila (Jawa), chuan xin lien (Cina)). Tanaman ini memiliki efek sebagai antiradang, antiinfeksi, dan meredakan nyeri atau analgesik. Penggunaannya yakni dengan merebus 9-15 gram sambiloto kering, lalu meminum airnya. Untuk pemakaian luar, sambiloto dihaluskan lalu airnya diteteskan ke hidung. Tanaman ini berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh dan meluruhkan dahak.
  2. Lidah buaya (Aloevera). Lidah buaya yang juga bisa diolah menjadi minuman segar ini memiliki efek antiradang dan penghilang nyeri. Penggunaanya yakni dengan mengupas kulitnya, dagingnya lalu direbus kemudian diminum. Untuk pemakaian luar, cairannya cukup ditetskan ke hidung.
  3. Jahe ( Zingiber officinale). Jahe memberikan efek rasa pedas dan hangat sehingga akan melapangkan saluran napas dan mengurangi penyumbatan lendir, juga sebagai antiradang.
  4. Sambung nyawa (Gynura procumbens back). Tanaman ini memiliki efek sebagai antiradang dan melancarkan pernapasan.
  5. Bawang putih (Allium sativum). Bawang putih yang harum ini memiliki efek sebagai antibiotik, menstimulasi sistem imun, dan melancarkan jalan pernapasan.
  6. Kunyit (Curcuma longa L). Si bumbu dapur ini mampu mengurangi penyumbatan, juga sebagai antibakteri dan antiradang.
  7. Sereh (Andropogon citratus). Sereh mampu melancarkan sirkulasi meridian dan darah, sebagai antiradang, serta menghilangkan rasa sakit.
  8. Krisan (Chrysanthemum morifolium Ram.). Tumbuhan berbunga ini bisa digunakan sebagai penurun panas, antibiotik, antiradang, menurunkan tekanan darah, dan membersihkan darah.

0 comments:

Post a Comment

I need your comment, because your comment make me fell happier.

Website counter [Close]