Saturday, July 31, 2010

Dibacakan pada saat Pendakian Gunung Semeru

Perjalananku dari Bandung ke Kediri lalu menuju Batu dan Malang setelah itu ke Surabaya menemui orang-orang yang ramah di Tanah Jawa, saling sapa dengan sesama traveler dan saling bertanya hendak bertanya tujuan masing-masing.

Saat aku diangkutan kota ADL Malang, aku bertemu dengan lelaki cukup berumur yang mengaku bekerja dibidang sastra Jawa dan menjadi pengajar disana, Beliau pun berpengalaman dibidang pewayangan, sansekerta dan sejarah budaya jawa. Kita mengobrol panjang lebar sepanjang perjalanan.

Beliau bertanya tentang tujuanku, lalu kujawab. Karena tujuanku adalah Pendakian Gunung Semeru, Beliau pun menyambutnya dengan baik. Beliau memberi wejangan-wejangan yang aku sangat hormati. Beliau pun berkata "oh iya, ada pulpen dan kertas?", lalu kubilang "ada-ada pak...", Beliau pun langsung menyuruhku menulis kalimat jawa yang aku sebenarnya tidak mengerti namun aku tahu itu memang kalimat-kalimat doa dan permohonan keselamatan. Begini kalimatnya;
"yang sawitan pangabdi kawuloh engkang raharjo mulyo-mulyo gendi panglingsirang kawah condrodimuko, kulo ngangsor abdi dalem gusti kang moho mulyo, amin ya robal alamin"

Beliau memberitahuku, itu adalah doa yang harus dibacakan saat mendaki Gunung Semeru agar diberi keselamatan dan kelancaran. Beliau pun berwejang "Ini jangan dibuang lho dek!, dibacakan saat pendakian dek. Jika Tuhan mengijinkan, adek akan didekatkan kepada saya dan Tuhan. Saya akan mendoakan kelancaran untuk adek", begitulah intinya.. karena aku sedikit lupa tepatnya perkataan Beliau.

Beliau turun duluan dari angkutan kota tersebut dan sayangnya aku tidak menanyakan nama atau nomer teleponnya. Aku kehilangan hubungan dengan beliau. Aku tidak dapat mengucapkan Terima Kasih atas doanya karena aku mendapatkan kelancaran dalam pendakianku di Semeru.

Sebelum berangkat aku diberi kabar oleh Icunk bahwa udara sangat dingin dan oksigen tipis karena ia dan Ocha sebelumnya telah melakukan pendakian bersama rombongan Mapala Bandung dan Mapala Jonggring akan tetapi karena ada sesuatu hal yang tidak diinginkan, mereka berhenti sampai Kalimati dan tidak mendaki menuju Puncak, akhirnya aku pun berangkat menyertai mereka dan melakukan pendakian kembali.

Saat mendaki, kami bertiga berdoa sebelum perjalanan disertai dengan kalimat wejangan dari bapak yang bertemu denganku di ADL Malang. Percaya tidak percaya, memang cuaca cerah, puncak pun terlihat dari kaki gunung dan hingga puncak Mahameru kita diiringi cuaca yang cerah walaupun terlihat kurang lebih 13 derajat celsius pada termometer dan bulan purnama saat malam hari. Saat sampai puncak, kami pun beruntung sekali karena dapat melihat wedhus gembel (Wedhus gembel ini dikenal oleh volcanologist sebagai awan panas. Namun jangan dibayangkan seperti awan putih bersih seperti biri-biri Australi yang lucu, merupakan sebuah fenomena khusus dari aktifitas Gunung Semeru) yang biasanya hanya 3 jam sekali keluar dan terlihat dipuncak Mahameru, akan tetapi kami melihat dan berhasil merekamnya.
Kami berhasil turun kembali dengan selamat menuju ranu kumbolo lalu ranu pani dengan kebut dan lagi-lagi dengan cucaca cerah.

Aku disini ingin berterimakasih pada bapak yang bertemuku ADL Malang, semoga dia membacanya. "Terima Kasih Pak atas Doanya :D Semoga kita bisa bertemu dan mengobrol lagi suatu saat nanti"

2 comments:

momond said...

ehmmm
so sweet tuu
'(
untung lu selamat ye
:D

Adhinata Kurniawan said...

hahaha... iya mon.. selamet. :D

Post a Comment

I need your comment, because your comment make me fell happier.

Website counter [Close]
There was an error in this gadget