Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

Monday, November 10, 2014

Ingress - Viva La Resistance!

Ingress - Its time to move.

What is Ingress? You can learn from that Video.
But be careful, you need to Join Resistance Faction,
Why? Because We Protect Humanity!

Official Site: www.ingress.com

Saturday, December 3, 2011

Abstraknya Pikiranku

Menulis rasanya capek hari ini. Berat untuk kembali kemasa lalu, dimana aku dapat mendengar keceriaan hatiku. Hanya kemarin yang dapat mengerti imajinasiku hari ini. Beruntunglah masa kecilku dengan keluargaku yang penuh cinta kasih padaku. Surga untuk masa mudaku, disaat beban ditinju rata bersama dalam hangatnya kesetia-kawanan sahabat yang kini sibuk mencari uang. Masaku sekarang kunjung muram, hanya Beliau Yang Berkekuatan Tanpa Batas yang dapat menjemputku kedepan pintu gerbang kemerdekaan seperti layaknya undang-undang dasar 1945. Dua diantara lima, satu begitu dekat namun membawaku dalam kemandirian dan mengajarkanku hidup penuh derita dimana kita harus berdiri sendiri membebaskan diri dari dukkha dan yang lain terlihat begitu ramah, baik, dikenal dekat oleh saudara kandungku dan membuat pengikutnya berserah diri dan pasrah kepadanya agar mencapai kebahagiaan dengan kehidupan penuh keajaiban. Tidak ada komentar pada hal itu. Aku teguh, bersyukur itu hal yang sulit memang. Mengapa mereka seperti itu? Begitulah adanya hidup, seperti bidak catur yang memakan dan dimakan sesuai permintaan dari pemainnya, dan tak akan pernah seorang bidak catur dapat berkuasa, bebas, dan mampu mengatur hidupnya. Kecil kalian diajarkan untuk pintar, begitu bangganya orang tua saat kau berprestasi, kenyataan berbicara "Hey, Inilah hidup! idealisme minor" Hadapi dengan topengmu, ajaklah kambing hitammu, tusuk!, demi sesuatu hal tidak penting mengesampingkan tujuan, dan klise belaka. Inilah milikku, berjudi layaknya kasino, abu-abu layaknya tempat sampah toilet kantorku. Bagaimana denganmu? maka terjawablah "tidak semua pertanyaan dalam hidup, dapat dijawab oleh internet, hanya Beliau yang dapat menjawabnya. Yang kumengerti, kulakukan yang terbaik dalam hidupku, boomerang balasan untukku. Cepat seperti SSC Ultimate Aero 3, cerdik seperti Frank Abagnale Jr., mahal seperti ide-ide brilian, karena "jangan tiru sikap yang buruk, turuti sifat baiknya, maka kau akan sukses" sepatah nasehat. Pernahkah waktu berhenti? Haha, pernah jawabku. Seru, semua suara kedap didengar, pujian dan kritik terasa damai karena sikap sporadis dalam ingatan, akar dari kebencian sebab tertipu ketelitian. Suasana non-kondusif memojokanku. bau racun senjata dari Natalee sudah tidak tercium, rogue itu kesepian, terperangkap oleh kerja tak seimbang dan nasib notebook yang ter-disarm, terdengar jerit hasrat Killing-Spree, Adrenaline Rush dan Sinister Strike yang menjadi pro dan kontra Azeroth. Kurindu wangi kemenangan, saat jejakku ditancapkan dipuncak Agung, Rinjani dan Mahameru tentunya. Ingin kesenangan rock and roll, akan kujawab "yuk, yuk dan yuk!". Tampaknya berbeda sekarang. Nikmatilah hidup, karena kalian lebih beruntung dariku.

Thursday, April 28, 2011

It's journey not destination

You know some famous guy once said "to travel is better than to arrive". And I wasn't know like, what? maybe because I used to think that there is only one path to take to what you gonna be in life; but if you choose that one path, it doesn't mean you have to ban the other ones. I realize it, if I see what happen along the way, that counts; to stumbles, to falling and a friendship. It's journey not destination. I trust that the future will work so fine like it suppose to.

Sunday, April 24, 2011

Annotated Azeroth

Rook's Azeroth, Annotated
Three years after making this, two expansions later, this map is SO wrong and I get that. Long overdue for a new one to be drummed up and I might! We'll see, we'll see. -2010

This thing is 3000 pixels wide. You cannot read the notations at this size, so if you actually care what any of it says, you're gonna want to view it at full. (Nothing you don't already know if you play WoW, just in my handwriting with the occasional "here there be dragons.")

First thing's first, I didn't draw the continents, I only manipulated the hell out of them. My own crinkled paper stock, with Kuschelirmel_Stock's Splat! and Grunge brushes. The map belongs to Blizzard, full stop. WoW, too.

Anyway, I thought it would be neat to "see" what the map Panderbrook has been using for the past forever looks like. You know, it's the same map, every time you hit the M key, it's GOTTA look beat to hell by now. And Lo. It is.

And hey if anyone wants to use the 1024 preview as a desktop wallpaper, I'm fine with that. It's fun. I'd do it myself if I wasn't running uberwidescreenofdoom.

Photoshop, 2007

Edited to Add: My husband just asked, "Does she have a map of Outland?"
...Damnit!
Well I guess I know what I'm doing next. =/
Credits & Full Quote by Pickwick

This is your LIFE

Do what you LOVE, and DO IT often. If you don't like something, CHANGE IT. If you don't like your job, QUIT. If you don't have enough time, STOP watching TV. If you are looking for the love of your life, STOP; They will be waiting for you when you start doing thing you love. Stop over analyzing, Life is SIMPLE. All emotion are beautiful. When you eat, APPRECIATE every last bite. Open your mind, arms and heart to new things and people, we are UNITED in our DIFFERENCES. Ask the next person you see what their passion is, and share your inspiring DREAM with them. Travel often; Getting LOST will help you find yourself. Some opportunities only come once, SEIZE them. Life is about the people you meet, and the things you create with them so go out and START creating. Live your DREAM, and wear your PASSION. Life is SHORT.
This is your LIFE.

Saturday, September 11, 2010

A journey to Karimunjawa Island

Karimunjawa (Caribbean Van Java Island) is an archipelago of 27 islands in the Java Sea, Indonesia, approximately 80 kilometres northwest of Jepara. The islands' name means 'a stone's throw from Java' in Javanese. The main island is also known as Karimun (2,700 ha). The second largest island is Kemujan (1,400 ha). The islands' population is 6,632 (as of 1997) who inhabit 7 of the islands, and they have a total land area of 78 km2.

Historically, apart from use as a pirate base, the islands are believed to have been uninhabited until a penal settlement was established during the British occupation of Java in the early seventeenth century. The settlement was abandoned by the Dutch during the Java War (1825–1830), but the former convicts remained as settlers. Cotton plantations set up during the convict period became a major source of income, as did goldsmithing.


This video is my first journey to Karimunjawa Island documentation on January 29, 2010 until February 3, 2010. In this journey, I was accompanied by my friends from the Telkom Institute of Technology, including Icung, Kimpai, Apip, Angga, Banar, Njum, Barkah, Asuy, Anie, Wenny, Sari, Obenq, Nisa, Amel, etc.

I and my friends spent three days on Karimun Island. I spent the first day with a stroll on Karimun Island, climb observers tower who were there and swim in one of the resorts there. The second day I headed over to the floating homestead which is none other than captive sharks and swim with the sharks, after that we are snorkeling and playing on the island which is a vast stretch of white sand once. The third day we are snorkeling in the islands around Karimun Island and after that We tried fishing, catching, and shooting fish with a Harpoon. We cook our catch, then we eat our food, it's delicious!.

Saturday, July 31, 2010

Dibacakan pada saat Pendakian Gunung Semeru

Perjalananku dari Bandung ke Kediri lalu menuju Batu dan Malang setelah itu ke Surabaya menemui orang-orang yang ramah di Tanah Jawa, saling sapa dengan sesama traveler dan saling bertanya hendak bertanya tujuan masing-masing.

Saat aku diangkutan kota ADL Malang, aku bertemu dengan lelaki cukup berumur yang mengaku bekerja dibidang sastra Jawa dan menjadi pengajar disana, Beliau pun berpengalaman dibidang pewayangan, sansekerta dan sejarah budaya jawa. Kita mengobrol panjang lebar sepanjang perjalanan.

Beliau bertanya tentang tujuanku, lalu kujawab. Karena tujuanku adalah Pendakian Gunung Semeru, Beliau pun menyambutnya dengan baik. Beliau memberi wejangan-wejangan yang aku sangat hormati. Beliau pun berkata "oh iya, ada pulpen dan kertas?", lalu kubilang "ada-ada pak...", Beliau pun langsung menyuruhku menulis kalimat jawa yang aku sebenarnya tidak mengerti namun aku tahu itu memang kalimat-kalimat doa dan permohonan keselamatan. Begini kalimatnya;
"yang sawitan pangabdi kawuloh engkang raharjo mulyo-mulyo gendi panglingsirang kawah condrodimuko, kulo ngangsor abdi dalem gusti kang moho mulyo, amin ya robal alamin"

Beliau memberitahuku, itu adalah doa yang harus dibacakan saat mendaki Gunung Semeru agar diberi keselamatan dan kelancaran. Beliau pun berwejang "Ini jangan dibuang lho dek!, dibacakan saat pendakian dek. Jika Tuhan mengijinkan, adek akan didekatkan kepada saya dan Tuhan. Saya akan mendoakan kelancaran untuk adek", begitulah intinya.. karena aku sedikit lupa tepatnya perkataan Beliau.

Beliau turun duluan dari angkutan kota tersebut dan sayangnya aku tidak menanyakan nama atau nomer teleponnya. Aku kehilangan hubungan dengan beliau. Aku tidak dapat mengucapkan Terima Kasih atas doanya karena aku mendapatkan kelancaran dalam pendakianku di Semeru.

Sebelum berangkat aku diberi kabar oleh Icunk bahwa udara sangat dingin dan oksigen tipis karena ia dan Ocha sebelumnya telah melakukan pendakian bersama rombongan Mapala Bandung dan Mapala Jonggring akan tetapi karena ada sesuatu hal yang tidak diinginkan, mereka berhenti sampai Kalimati dan tidak mendaki menuju Puncak, akhirnya aku pun berangkat menyertai mereka dan melakukan pendakian kembali.

Saat mendaki, kami bertiga berdoa sebelum perjalanan disertai dengan kalimat wejangan dari bapak yang bertemu denganku di ADL Malang. Percaya tidak percaya, memang cuaca cerah, puncak pun terlihat dari kaki gunung dan hingga puncak Mahameru kita diiringi cuaca yang cerah walaupun terlihat kurang lebih 13 derajat celsius pada termometer dan bulan purnama saat malam hari. Saat sampai puncak, kami pun beruntung sekali karena dapat melihat wedhus gembel (Wedhus gembel ini dikenal oleh volcanologist sebagai awan panas. Namun jangan dibayangkan seperti awan putih bersih seperti biri-biri Australi yang lucu, merupakan sebuah fenomena khusus dari aktifitas Gunung Semeru) yang biasanya hanya 3 jam sekali keluar dan terlihat dipuncak Mahameru, akan tetapi kami melihat dan berhasil merekamnya.
Kami berhasil turun kembali dengan selamat menuju ranu kumbolo lalu ranu pani dengan kebut dan lagi-lagi dengan cucaca cerah.

Aku disini ingin berterimakasih pada bapak yang bertemuku ADL Malang, semoga dia membacanya. "Terima Kasih Pak atas Doanya :D Semoga kita bisa bertemu dan mengobrol lagi suatu saat nanti"

Wednesday, April 21, 2010

Perantauan ke Pulau Tidung


Kepulauan Seribu adalah Kepulauan yang berada di Utara Jakarta yang dihuni oleh kurang lebih 4000 jiwa penduduk. Salah satu pulau di Kepulauan Seribu adalah Pulau Tidung. Masyarakat Pulau Tidung sangat bersahabat, mayoritas kegiatan kemasyarakatannya dilandasi dengan kekeluargaan dan rasa saling percaya.

Berikut Sejarah Pulau Tidung:
Pulau Tidung merupakan pulau terbesar dalam gugusan pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Pulau ini memiliki luas 109 ha dengan jumlah penduduk 4160 jiwa. Menurut masyarakat setempat, nama Pulau Tidung berasal dari kata Tidung, yang artinya tempat berlindung, karena pulau ini sering dijadikan sebagai tempat untuk berlindung dari para bajak laut atau perompak.

Dalam buku Sedjarah Djakarta, yang terbit tahun 60 atau 70-an, disebutkan bahwa ketika Fatahillah menyerbu Portugis di Malaka, beliau menggunakan pulau-plau di teluk Jakarta ini sebagai basis mengatur strategi. Salah satu pulaunya kemudian diberi nama Pulau Tidung, yang artinya Pulau tempat berlindung.

Menurut penduduk setempat, Pulau Tidung mulai dihuni penduduknya sekitar tahun 1920-an. Pada saat itu telah ada orang yang menjadi penjaga pulau yang didatangkan dari Rawa Belong. Pada tahun 1942 ( saat penjajah Jepang datang ke Indonesia) penduduk Pulau Tidung perna diungsikan ke daerah Tegal Alur Jakarta Barat. Pengungsian tersebut berlangsung selama tiga tahun, hingga tahun 1945. Penduduknya baru bisa kembali setelah penjajah Jepang kalah.

Kini Pulau yang terhampar membujur panjang dari barat ke timur ini menjadi pusat Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Kecamatan ini membawahi 3 Kelurahan antara lain, Kelurahan Pulau Pari, Kelurahan Pulau Untung Jawa dan Kelurahan Pulau Tidung.

Bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke Pulau Tidung dan berniat mengunjunginya dalam waktu dekat ini, ada baiknya Anda mengetahui lokasi-lokasi favorit untuk bermain atau menghabiskan liburan Anda disana. Berikut inisebagian lokasi favorit itu.

1. Jembatan penghubung Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Lokasi ini paling banyak didatangi pengunjung. Jembatan ini merupakan maskot Pulau Tidung yang tidak bisa ditemukan di pulau-pulau lain di Pulau Seribu. Jembatan sepanjang kurang-lebih 2.5 km ini terkesan eksotik dan menawan. Apalagi jika kita berkunjung di waktu senja. Kita bisa menikmati sepotong senja dari jembatan ini. Kebanyakan pengunjung mengabadikan moment kehadiran mereka di Pulau Tidung dengan berfoto di jembatan ini.

2. Pantai Tanjungan Timur. Pantai ini merupakan pantai tempat jembatan penghubung Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil bermula. Mwngunjungi jembatan berarti juga mengunjungi pantai Tanjung Timur. Pantai ini memiliki tanah yang landai dengan hamparan pasir putih yang menggoda air laut yang jernih. Kebanyakan pengunjung menghabiskan waktu bermanja dengan alam pantai di tempat ini, baik bermain pasir putih maupun berenang dan main air.

3. Pantai Tanjung Barat. Pantai ini relatif kurang dikenal oleh pengunjung, apalagi letaknya berada di ujung Barat Pulau Tidung yang harus melewati Kampung Baru dan hutan kecil tanpa untuk mencapainya. Karena kurang dikenal, pengunjung yang kurang menyukai keramaian, sebaiknya mengunjungi pantai ini. Pasirnya putih dan airnya pun masih jernih.Sangat asik menikmati semilir angin di pantai ini sambil memandang air lautnya yang jernih.

4. Pelabuhan Betok. Pelabuhan yang cukup besar ini juga merupakan salah satu lokasi yang asik untuk dinikmati. Apalagi jika Anda penyuka mancing. Banyak penyuka mancing yang menghabiskan waktunya dengan mancing di lokasi ini. JIka Anda suka mancing ikan baronang, Anda bisa memancing dari kapal-kapal besar yang bersandar di dermaga ini. Sementara jika Anda suka mancing ikan-ikan karang, Anda bisa mancing dari dam di seberang dermaga yang dipenuhi pohon-pohon cemara laut. Dari dam ini, Anda juga bisa memandang ke laut lepas yang biru. Jika malam tiba, tempat ini juga bisa digunakan untuk menghabiskan malam dengan bermain musik sambil memancing.

5. Pulau Tidung Kecil. Pulau ini merupakan pulau tidak berpenduduk. Meskipun terdapat kantor Dinas Pertanian Pulau Seribu, tetapi alam di pulau ini masih hijau dan penuh pohon-pohon peredu. Di sebelah timur pulau ini terdapat sebuah makam, yang dipercaya sebagai makam Panglima Hitam. Sejak selesainya pembangunan jembatan penghubung antara Pulau Tidung Besar dengan Pulau Tidung Kecil, pulau ini menjadi ramai oleh pengunjung. Beberapa waktu lalu, penulis melihat sekelompok anak muda membangun tenda dan kemping di pulau ini. Selain itu, pulau ini biasanya dijadikan salah satu tempat snorkeling.

Masih banyak lokasi-lokasi lain yang layak dan patut dinikmati para pengunjung yang datang ke Pulau Tidung. So. ayo berkunjung ke Pulau Tidung.

Perjalanan ke Tidung dimulai dari muara Angke dengan menaiki Kapal yang hanya ada pada jam 7 pagi setiap hari dan jam 1 siang untuk jum'at, sabtu dan minggu. Dengan harga Rp. 33.000,- kita langsung sampai di Pulau Tidung, disambut dengan dermaga pulau Tidung yang cukup menawan, kalian bisa langsung mencari Penginapan yang beragam harganya, mulai dari Rp.250.000 hingga Rp. 400.000. Jika sudah mendapatkan penginapan yang pas, mari kita mencari sesuap makanan. Di Pualu Tidung sangat jarang warung-warung yang menjual Makanan berat, kebanyakan warung hanya menjual minuman sachet dan snack-snack dan kebanyakan dari warung makanan berat hanya menjual ikan, cumi, pecel ayam, telur, tahu dan udang. Selain Warung, ada pedagang keliling seperti bakso dan ketoprak. Harga makanan beratnya berkisar antara Rp. 6.000-15.000 tergantung apa yang dimakan, kecuali ketoprak yang harganya Rp. 1.500 saja.
Untuk Snorkling kita bisa memesan kapal nelayan tradisional dengan harga yang beragam dilihat dari ukuran dan jumlah orang yang akan naik kapal. kisaran harganya itu Rp. 350.000 untuk 10 orang dan Rp. 500.000 untuk 20 orang. Selain itu kita dapat menyewa Guide Rp. 75.000 untuk sehari. Peralatan Snorklingnya dapat disewa seharga Rp. 35.000 (Fin, Snorkle, Google, Life Jacket), selain itu kita dapat menyewa Pakaian Scuba Diver dengan harga Rp. 20.000 agar tubuh terlindungi dari sengatan ubur-ubur dan melindungi dari benturan karang.
Selain Snorkling biasanya jika kita menyewa kapal tradisional, kita akan diajak wisata pulau ke Pulau Air, Pulau Karang Beras, Pulau Payung, Pulau Semak Daun dan pulau-pulau kecil lainnya.

Sunday, April 4, 2010

Jus Duren Pattaya Bandung


Mau? Datang aja ke Cibadak, Bandung, Indonesia
Jus Duren ini jus duren yang paling enak yang pernah saya rasakan.
Terima kasih untuk orang yang memberi tahu saya wisata kuliner Durian ini

Saturday, February 6, 2010

Perjalanan Bandung Bali dengan ongkos dibawah seratus ribu

datang geladi ke bali SENDIRIAN dengan menaiki kereta ekonomi kahuripan (38.000) dan sritanjung (26.000) ditambah ferry ketapang gilimanuk (6.000) dan bis ke ubung (25.000). Berangkat tanggal 4 juli pukul 20.00 dan sampai tanggal 6juli pukul 06.00.

kereta ekonomi adalah kereta yang tidak jauh berbeda dengan kereta bisnis dan eksekutip. bedanya hanya masalah harga dan jadwal saja. di kereta ekonomi dapat ditemukan hal2 yang menakjubkan, keramahtamahan bangsa indonesia (cie.cie..). sebenarnya tidak ada yang namanya kejahatan yang menjadi isu di kereta ekonomi. asal kita bisa membawa diri dilingkungan itu. seperti tidak menunjukan kekayaan dengan berlebihan. hape ga termasuk koq. maksudnya seperti perhiasan. bling2. notebook (bawa aja ga usah dikeluarin. lagian ga ada hotspot disana), dkk..

pagi tanggal 4 juli gw survey ke stasiun kircon karena sebelumnya dah survey ke st. hall dan keabisan tiket. ternyata gw punya ide buat backpacker malem. biar sampe surabaya siang. kan masih bisa ada pilihan bis kalo siang. karena gw lom merencanakan detail untuk di surabaya saat itu. malemnya tanggal 4 juli gw sung ke kircon station yang keren banget malem hari. kaya suasana stasion jakarta kota yang deket glodok, tempat biasa gw beli alat2 komputer dan lain2 seperti cd (wah cd apa tuh????). kereta berangkat gw duduk di carrier 80literku di gerbong kantin kereta yang masih cukup luas untuk kutiduran.

tidak terasa sambil mengobrol dengan bapa2 yang turun di malang, wartawan sindo berumur 23taun, dan deberapa bapa2 dan ibu2 sok kenal. jangan kawatir, aku duduk di carrier cuma sampe jam stengah 3 pagi. selanjutnya santai di bangku seperti bangku eksekutip. sampailah gw di stasiun kertosono (cari di mbah google kalo ga tau...) sampe di kertosono langsung kutanyakan "kalo mo ke banyuwangi naek apa?" soalnya di banyuwangi kan ada ketapang buat nyebrang ke bali. jawabannya lugas dan terpercaya. kereta sritanjung. pukul 11.00 di kertosono dan berangkat lagi pukul 13.00 nasib gw ga terlalu beruntung di kereta ini. karena kertosono bukan stasiun besar. maka dari itu aku tidak dapat tempat duduk yang layak. di pinggir bangku. tapi jangan kawatir juga. cuma 3 stasiun gw menunggu. langsung dapat tempat duduk.

banyak kejadian yang terjadi di kereta. sampai2 kereta yang gw naekin tu nabrak motor yang sedikit bandel di lampu merah (sedikit bandel bisa menyebabkan kematian). sampai se pengendara motor meregang nyawa dan mayatnya dibawa ke stasiun porong (stasiun terdekat). jam 12 malam gw dah nyampe di banyuwanyi. trus gw langsung ke ketapang.... karena gw ga tau ternyata deket. jadi naek ojek. bayar goceng. tapi kalo jalan kaki juga deket koq. sampe di ketapang ketemu bapa2 yang sering bulak balik ke bali. dan sekeluarga yang ingin liburan ke bali. bayar 6000 doang naek ferry ke gilimanuk. trus dari gilimanuk di cek2 ktp. trus naek bis deh ke ubung dengan bayar 25000. sebenernya harganya 15000an doank. tapi karena udah malem (03.00 WITA) jadi harganya segitu kayanya. jago2 aja nawar.

semua yang keluar dari kantong ga nyampe seratus rebu. kecuali ditambah2 makan. ya emang mo naek apa pun pasti pada makan kan. sekedar info. makanan di kereta ekonomi pun beragam. dari mulai kantinnya yang jual nasi goreng, kopi, susu, indomie rebus, dkk. ada tukang asongan yang jual aneka ragam makanan dari mulai nasi rawon mpe nasi campur. pokoknya seru deh. jangan terpengaruh dengan perkataan orang yang menakutkan tentang kereta ekonomi. tapi ini option doank. ga maksa. makasi dah mo dengerin. semoga bermanfaat.

Friday, February 5, 2010

Ga Perlu Paket Wisata kalo cuma Karimunjawa

Sharing tentang backpacking, my last trip ke Pulau Karimunjawa. Orang-orang pergi kesana pake Paket Wisata dan pake EO segala. Ternyata itu semua ga perlu. Yang cuma lw perlu yaitu Tas Backpack, Baju Secukupnya, Uang sekitar 300-450 ribu, dan Handphone deh.

Soalnya gw kemaren ke karimunjawa itu cuma modal nekat doang. Tidak berencana apa2. Hari Jumat sore jam 3 sedang ngobrol lewat SMS sama temen dan merencanakan pergi ke acara suatu Mapala, tapi nyatanya diajak ke Karimunjawa. Ga pikir panjang langsung gw bales "gw ikut"

Nah selanjutnya bisa gw ceritain pake batasan waktu...

Jumat, 16.00-19.00
Berangkat ke pool Kramat Jati, sampe beres, punya tiket, duduk manis di Bis dan Cabut. Tiket Kramat Jati ke Jepara itu harganya sekitar 70-80 rebuan

Jumat, 19.00-06.00
Perjalanan ke Jepara ke pelabuhan Kartini

Sabtu, 08.30-15.00
Dari pelabuan kita pergi naek KMP Muria yang cuma ada hari Sabtu, Senin dan Rabu dari Pelabuhan di Jepara. Tiketnya sekitar 30ribu yang ekonomi. Cuma perjalannya ngebosenin banget. Kalo mau ngelewatin ini harus naek Pesawat Capung (CESNA) tapi harganya mahal dan harus dari semarang. Bisa juga naek kapal kecil punya penduduk setempat, itu bisa digeber 5jam kalo full speed katanya.

Sabtu, 15.00-18.00
Ke penginapan yang ga lain adalah rumah penduduk yang satu harinya cuma 15 ribu doang (karena udah kenal keknya) terus jalan2 di Pulau Karimunjawa. Disana banyak resort dari mulai nirwana Lodge, Resortnya orang Itali, belgia, Kura-kura Resort dll.
Pulau Karimunjawa itu pulau besar, kaya pulau pramuka di kepulauan seribu, penduduknya ramah-ramah cuma Pak RT-nya galak kayanya soalnya gw bareng temen2 maen kartu tuh dimarahin gara-gara berisik (yaeyalaaaaaah..zzzz). Disana ada warung nasi Bu Ester, kalo malem minggu ada Layar tancep yang filmnya dangdut koplo sama film horror, persis aa yang ditanyangin waktu naek KMP Muria. Jadi ga dikapal ga di layar tancep kecamatan... isinya dangdut koplo, film horor sama orang-orang yang komen bahasa jawa.

Sabtu 18.00-09.00
Bebas dah lw mo istirahat di penginapan, ato mo maen kartu, mo jungkir balik juga gpp

Minggu, 09.00-18.00
Kita jalan2 ke penangkaran hiu yang isinya ada hiu biasa, hiu putih yang ganas, anak2 penyu, ikan baracuda teripang, bintang laut dan serunya kita bisa berenang sama hiu cuy. terus ke pulau Menjangan besar sama menjangan kecil, snorkling (sewa alatnya 30ribu sehari), bakar ikan yang ditangkep tukang kapal yang namanya Pak Obet, maen2 ke pulau yang isinya pasir semua. jadi cuma gundukan pasir doang kaga ada pohon, paling2 ada benih bakau 1 ato 2 biji doang.

Istirahat lagi ampe besok

Senin 08.00-18.00
Kita Jalan2 ke pulau cemara sama pulau tengah, selaen snorkling kita ngejala ikan, nembak pake panah khusu di air sama bakar ikan. ga cuma ikan doang, tapi ada jawil (kaya kerang2an laut gitu), bulu babi juga diembat ada juga kepiting setengah baya. ikannya juga ada banyak, ada ikan kakaktua, tiger fish, ikan toda, ikan lidah, ikan kerapu, dll.

Selasa 08.00 - Rabu 06.00
balik pake KMP muria terus jalan jalan kuliner di jepara. tapi sayang jepara ga punya makanan khas. mereka cuma punya 2 kerjaan pokok biasanya. jualan tokolan (udang kecil) sama bisnis ukir2an. selaen kuliner, jalan2 ke pecinan, alun2 jepara, museum RA. Kartini juga lho. manteb deh. Terus balik ke bandung naek Bis kramat jati lagi jam 5.

Kalo ditotalin cuma abis 400-500 ribu doang lho. Kalo mo jalan, gw siap deh ikut buat nemenin lw pada. Rugi kalo hidup di dunia tapi ga pernah ke Karimunjawa.

Kalo mo liat dokumentasinya bisa liat note facebook ini:
http://www.facebook.com/notes.php?id=748344320

Sunday, January 17, 2010

Perfect Places for Your Food’s Trip in Bandung (Part VI)

Thus, the last meal for this trip to complete the taste of Bandung is in Batagor Riri. Batagor is a contraction of bakso tahu goreng, fried meatballs and tofu, only the meatballs are made of fish and both are dipped in batter before fried. No trip to Bandung is complete without a taste of the famous Batagor, and the ones at Riri’s is thought to be one of if not the best. The secret of Riri’s Batagor is its spicy peanut sauce, it’s very pungent and serves as an excellent base for sate dishes. Add a few ounces of lime juice, and kecap manis to your liking, slice your Batagor, slather it with sauce and you’re all set. People seem to eat more sauce than they do the Batagor itself.

It’s nice to end a Bandung trip with Batagor. The flavors of the Batagor pretty much sums up what Indonesian food is all about: very textured, pungent and fiery. You can dip pretty much anything into it—whether its potatos or pasta—and you’re sure to come up with a marvelous interpretation of food. So, get ready to join this trip as we suggest??hmm…, maybe the right moment will come after you to try our whole optional above… Ok.., have nice food’s trip for you… ^_^ (kem)

Perfect Places for Your Food’s Trip in Bandung (Part V)

Spending a day in Bandung is too frentic for any decent meal as we picked up a lot of packed food to go. First was the Risol or risoles from De’Risol, a small croquette-like pastry rolled in breadcrumbs and deep fried. It is filled with sweet or savoury ingredients, vegan and two servings of it proved to be quite filling. One bite and you could be an instant fan convert to the church of risoles. It is creamy inside, and all that fat is just sinfully heavenly. Another indulgence is Lily’s Patisserie, which according to local friend Bal, serves the best tiramisu in Indonesia. It’s a quaint and homey cakeshop nestled in a residential area in Bandung that serves both western and local desserts. Hopefully you don’t need any convincing. So just grabs a blueberry cheesecake inside the refrigerator and perhaps you will extremely satisfied with it

Perfect Places for Your Food’s Trip in Bandung (Part IV)

About having a perfect dinner you could spent the night at The Cellar, a restaurant with a really schizophrenic atmosphere. It is a high-end restaurant struggling to find its niche and market. The ground floor is well-stocked with wine, and the upper floor is a spacious collection of seating areas lined with sofas and coffee tables perfect for drinking and sharing conversation with friends. However, the joint clearly wasn’t making enough money just selling wine, so they serve the food as well only it was difficult to eat in those low sofas and tables. The food is just ok. You should try order some salad and their Black Pepper Snapper, and doesn’t really get much out of it except for a safe rendition of fish. Even more bothersome is the fact that the place does not have a wine list, there was loud live music in the middle of the restaurant, and the seating arrangements does not exactly make it easy to watch the show downstairs. The lay-out means for intimate conversations over wine and soft music, however it is difficult to talk as the fiasco on stage proved too obtrusive for any conversation to take place

Perfect Places for Your Food’s Trip in Bandung (Part III)

The next place that you could visit is the in-house restaurant in Rumah Mode, one of Bandung’s more popular factory outlets where people get to shop for export overruns of branded Western clothes at cheap prices. This is the story of Bandung, an economy revitalized by Western rejects as factory outlets have attracted a swarm of local and foreign tourists. You could so order ayam bakar in Rumah Mode. It definitely wasn’t comparable to Sariwangi’s but it was hearty and tasteful just the same. Maybe after hours of shopping, you should have a lunch on the veranda of the Cascade Factory Outlet which housed Dego Ramen. At there you could order Chicken Katsudon Noodle. It perhaps taste strange at first as the broth of the soup was altered by the addition of a kind of mushroom you have not seen before. But after a little getting used to, the soup did leave a pleasantly light aftertaste.

Website counter [Close]