Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Tuesday, February 7, 2017

Prinsip 90/10 Stephen J. Covey

Bagaimana prinsip 90/10 itu ?
  •  10% dari hidup kita terjadi karena apa yg langsung kita alami.
  •  90% dari hidup kita ditentukan dari cara kita bereaksi.
Apa maksudnya?
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yg terjadi pada diri anda.

Contoh kasus :
  
Kasus 1
Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram. Anda tidak dapat mengendalikan apa yg baru saja terjadi.
Reaksi anda: Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda & mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir di ujung meja.

Akhirnya:
  • Terjadi pertengkaran mulut. 
  • Anda lari ke kamar & cepat-cepat ganti baju. 
  • Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya
  • Akhirnya anak anda ketinggalan bis.
  • Istri anda harus secepatnya pergi kerja.
  • Anda buru-buru ke mobil & mengantar anak anda ke sekolah.
  • Karena anda telat, anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam, padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.
  • Setelah terlambat 15 menit & terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda juga sampai di sekolah.
  • Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit.
  • Setiba di kantor anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah
  • Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk
  • Jika diteruskan maka akan semakin buruk, pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah
  • Saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri & anak anda
Mengapa? Karena cara anda bereaksi pada pagi hari
Mengapa anda mengalami hari yg buruk?
  1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi?
  2. Apakah penyebabnya karena anak anda?
  3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas?
  4. Apakah anda penyebabnya?
Jawabannya adalah No. 4 yaitu Anda sendiri!

Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yg terjadi pada cangkir kopi yang tumpah. Cara anda bereaksi dlm 5 detik itu yang menentukan

Kasus 2
Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut:
"Tidak apa2 sayang, lain kali hati2 ya."

Akhirnya:
  • Anda ambil handuk kecil & lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian & mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan & melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda
  • Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda & mengatakan "Sampai jumpa makan malam nanti"
  • Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat & dengan muka cerah menyapa staff anda. Bos anda mengomentari semangat & kecerahan hari anda di kantor.

Apakah anda melihat perbedaan dua kondisi tersebut? Dua skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yg sama, diakhiri dengan kondisi berbeda.

Mengapa? Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi! Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yg sudah terjadi yg 90% adalah akibat dari reaksi anda sendiri

Sekarang anda sudah tahu Prinsip 90/10 Gunakanlah dalam aktivitas harian anda & anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yg hilang & hasilnya sangat menakjubkan.

Friday, January 27, 2017

Let’s Talk About ANGPAO & IMLEK

Yang biasa dilakukan pada saat IMLEK salah satu nya adalah SOJA, Boleh dikatakan,..bahwa ternyata masih banyak orang Tionghoa yang belum tahu bagaimana seharusnya melakukan soja yang benar.

Dalam bahasa Mandarin, Soja disebut Gongshou yang dalam dialek Hokkian ada Kiongchiu (ejaan lama Kiongtjhioe) Cara soja yang benar berdasarkan pedoman seharusnya YANG memeluk YIN atau Tangan kanan dikepal kemudian tangan kiri menutupi tangan kanan dan jari jempol harus berdiri lurus, dan menempel keduanya.
  • Soja kepada yang lebih tua dengan mengangkat sejajar mulut.
  • Soja kepada yang seumuran sejajar dengan dada
  • Soja kepada yang lebih muda sejajar dengan perut.
  • Sedangkan, Soja kepada para dewa harus sejajar dengan mata.
  • Dan kalau Soja kepada Tuhan harus di atas kepala. 
Pada saat dahulu kala di hari raya Tahun Baru Imlek, anggota keluarga saling mengucapkan Sin Cun Kiong Hie (Xin Chun Gong Xi) yang berarti Selamat menyambut musim semi atau Selamat Tahun Baru. Tetapi ucapan demikian sekarang udah kuno alias tidak trendi lagi, karena telah diganti dengan ucapan Gong Xi Fa Cai (Kiong Hie Hoat Tjay) yang berarti semoga sukses selalu atau selamat jadi kaya, mereka yang ingin mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek dengan kalimat yang lebih lengkap biasa menggunakan "Gong Xi Fa Cai, Wan Shi Ru Yi, Shen Ti Jian Kang” yang berarti: semoga sukses selama-lamanya dan selalu dalam keadaan sehat

Tradisi Tahun Baru Imlek selalu dikaitkan pula dengan pemberian angpau. Kata angpau itu sendiri berasal dari dialek Hokkian yang arti harfiahnya adalah bungkusan atau amplop merah. Warna merah itu dalam Budaya Tionghoa berarti lambang warna pembawa hokie maupun kegembiraan.

Angpau bukan hanya diberikan pada saat Tahun Baru Imlek saja, melainkan lazim juga diberikan pada saat pesta pernikahan, masuk rumah baru, ulang tahun, maupun acara-acara pesta lainnya. Yang berkewajiban memberi angpau pada umumnya orang yang telah berkeluarga sebab dalam budaya Tionghoa, Pernikahan itu merupakan batasan antara masa kanak-kanak dan dewasa, di samping itu orang yang telah menikah, kebanyakan secara ekonomi pasti sudah jauh lebih mapan. Walaupun demikian bagi mereka yang belum menikah, tetapi ingin juga turut memberikan angpau, maka sebaiknya uang tersebut diberikan dengan tanpa menggunakan amplop merah. Jumlah uang yang ada dalam sebuah amplop angpao bervariasi. Untuk perhelatan yang bersifat suka cita biasanya besarnya dalam angka genap, angka ganjil untuk kematian.

Angka Empat ter-asosiasi dengan ketidakberuntungan, karena pelafalan angka empat (shi, 四) berarti *Mati (shi wang, 死亡). Jumlah uang dalam amplop angpao dihindari menggunakan angka empat. Walaupun demikian, angka delapan (8) terasosiasi untuk keberuntungan. Pelafalan angka delapan (8) berarti *kekayaan Makanya jumlah uang dalam amplop angpao seringkali merupakan *kelipatan delapan (8).

Kewajiban memberi angpau bukan terhadap anak-anak saja, melainkan juga kepada orang yang dituakan. Pemberian angpau pada hari Tahun Baru Imlek itu sendiri sebenarnya mempunyai makna yang lebih dikenal dengan sebutan Ya Sui yang berarti hadiah untuk anak-anak dalam rangka pergantian tahun maupun pertambahan usia.

Tradisi Ya Sui ini sudah dikenal sejak jaman Ming dan Qing. Karakter Sui dalam Ya *Sui*berarti “umur”, dan ini sebenarnya mempunyai lafal yang sama dengan karakter Sui lainnya yang berarti “bencana”. Jadi, Ya Sui ini bisa juga diartikan sebagai simbol atau lambang untuk penangkal bencana, dengan harapan anak-anak yang mendapatkan hadiah Ya Sui tersebut akan terlindungi selama setahun mendatang dengan tanpa adanya gangguan penyakit maupun bencana.

Sebenarnya kalau ditelusuri dengan benar, pemberian angpau ini belum dikenal ketika jaman dahulu, sebab mereka baru mengenal dan baru menggunakan uang kertas pada pada jaman dinasti Song dan uang kertas tersebut baru benar-benar menyebar luas secara resmi pada jaman dinasti Ming. Nominal uang kecil yang beredar di Tiongkok pada saat itu masih dalam bentuk koin perunggu yang diberi lubang segi empat di tengahnya dan ini lebih dikenal dengan nama Wen atau Tongbao. Koin-koin yang akan dihadiahkan tersebut sebelumnya diikat terlebih dahulu menjadi untaian uang dengan menggunakan tali merah. Orang-orang kaya memberikan untaian uang sampai 100 koin, sebab ini juga melambangkan umur panjang.

Angpao bukan dinilai dari besar kecilnya, melainkan ketulusan hati saat memberi yang berisi DOA dan HARAPAN kepada yang menerimanya
Website counter [Close]